AKHIRNYA MATI JUA !

AHIRNYA MATI JUA, kalimat pendek itu menjadi tak asing di telinga aparat Inspektorat Kabupaten Banjar. AKHIRNYA MATI JUA bukanlah bentuk apatisme dalam menghadapi kehidupan, tetapi pengingat yang cerdas agar hati-hati memegang amanat ketika sedang menjalankan  tugas dan kewenangan yang dimiliki.

Mati adalah sesuatu yang pasti terjadi, tidak ada satupun makhluk hidup di bumi dapat menghindarinya seperti di firman-kan Allah dalam Surah Ar-Rahman 26-27  yang berbunyi “Semua yang ada di bumi tidak akan abadi. Yang abadi hanyalah wajah Tuhanmu yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan”. Hanya Allah yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, sungguh tak tahu diri ketika makhluk menjadi angkuh/takabur dengan kebesaran dan kemuliaan sesaat yang dimiliki karena kekayaan, jabatan maupun kewenangan yang dimiliki.

Khadafi adalah sebuah cermin bagi kita, bagaimana kekuasaan dan kekayaan tak mampu menghindarkannya dari kematian. Dan bagi para penentangnya, yang tersisa dari khadafi hanyalah jejak-jejak kekejaman dan kesengsaraan yang diderita oleh rakyat. Khadafi tinggal menunggu pengadilan tertinggi dari Allah, dan menjadi ironis apabila kelak diakhirat dia harus hidup terhina sementara orang-orang pernah ia hinakan di dunia menjadi terhormat.

Adalah sebuah pelajaran yang berharga dari kematian Khadafi, bagi siapapun yang sekarang karena jabatan, kekayaan dan kewenangannya untuk tidak berbuat semena-mena.. Dan inilah yang ingin dicamkan kepada pada seluruh APIP dilingkungan Inspektorat Kabupaten Banjar yang karena tugas dan fungsinya mereka memiliki kewenangan untuk memeriksa. Dengan mengingat AKHIRNYA MATI JUA diharapkan dapat terbangun nilai moral dan integritas dengan tidak menyalahkan gunakan kewenangan yang dimiliki untuk melakukan penindasan, pemerasan kesewenang-wenangan kepada obyek pmeriksaan.


AKHIRNYA MATI JUA adalah ekspresi kecerdasan yang di implementasikan dengan sikap kehati-hatian. Dalam sebuah hadis Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 diriwayatkan bahwa suatu ketika seorang lelaki dari kalangan Anshar  bertanya kepada Nabishallallaahu ‘alaihi wa sallam  "Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?" Rasulullah menjawab, "Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?". Beliau menjawab, "Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas."

APIP harus sadar betul bahwa sesungguhnya hidup itu adalah sebentar seperti Firman Allah dalam surat Al-Mu’minun 112-115 yang berbunyi "Allah bertanya, ‘Berapa tahun lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari saja, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung’. Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau saja kamu tahu yang sebenarnya’. Apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?"

Hidup yang hanya sebentar ini tentunya menjadi lebih baik apabila banyak dipergunakan untuk memberikan manfaat  Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah saw bersabda "’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Thabrani dan Daruquthni) 

AKHIRNYA MATI JUA menjadi pemicu semangat bagi APIP di lingkungan Inspektorat Kabupaten Banjar untuk bekerja lebih baik dan berusaha memberikan manfaat dengan :

  1. Bekerja keras, proesional, independen dan obyektif untuk menghasilkan hasil pengawasan yang berguna bagi pimpinan dalam mengambil keputusan dan bagi obrik untuk perbaikan kedepan
  2. Selalu belajar dan mengembangankan wawasan agar ilmu yang diperoleh berguna untuk mendukung kelencaran tugas pengawasan
  3. Tidak melakukan kegiatan yang tak berguna seperti mengintimidasi, memeras dan atau membebani obrik dengan hal-hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan tugas pengawasan