MUNDUR !!!

Photobucket
MUNDUR, itulah janji yang disampaikan oleh Dr. Abraham Samad pada saat dilakukan uji kelayakan oleh Komisi III DPR-RI. Janji tersebut tentu akan ditagih oleh seluruh masyarakat Indonesia apabila Abraham selaku Ketua KPK baru tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus besar dalam waktu satu tahun. Dalam perjalanan satu tahun kedepan, kita akan menjadi saksi apakah KPK mampu menyelesaikan kasus yang dijanjikan atau kita akan melihat konsistensi seorang Abraham Samad untuk mundur bila terjadi sebaliknya. Budaya MUNDUR memang perlu digalakan pada kalangan pejabat publik yang tidak mampu memenuhi janji-janjinya, bukan MAJU TERUS PANTANG MUNDUR, terlalu ………

Ketika Abraham menyatakan kasus besar, pikiran publik tentu akan tertuju pada kasus Bank Century, Mafia Pajak dan Nazaruddin. Ketiga kasus tersebut telah menjadi perhatian publik selama ini karena diduga melibatkan kekuasaan. Mudah-mudahan persepsi publik tidak berbeda dengan Abraham, karena dalam sebuah wawancara di media televisi swasta, ketua KPK yang baru tersebut secara spesifik tidak menyatakan mana yang dimaksud kasus-kasus besar, apakah ini sebuah pertanda bahwa Abraham sudah mulai pasang strategi untuk terlepas dari janjinya ketika dia tidak mampu menyelesaikannya.

Naiknya Abraham Samad sebagai ketua KPK mengalahkan senior-seniornya yang datang dari Jakarta memang sangat mengejutkan. Inilah keputusan politik dari sebuah lembaga DPR yang penuh kepentingan, namun kali ini pilihan DPR patut di acungi jempol. Janji Abraham Samad untuk mundur telah menarik hati komisi III dan bagi siapapun juga, selain itu dengan asal Abraham dari daerah yang relatif minim interaksi dengan pejabat/pengusaha Jakarta menjadi modal untuk bersikap independen.

Pada dasarnya, KPK bukanlah Abraham seorang. Sifat kepemimpinan KPK adalah kolektif kolegial, dengan sinergi yang baik antar pimpinan seperti Bambang Widjojanto, Busro Muqodas,  Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain diharapkan mampu mendukung Abraham membawa KPK menjadi institusi seperti yang diharapkan masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Apalagi beberapa tahun  kedepan tugas KPK semakin berat dengan diselenggarakannya Pilpres 2014.

Harapan masyarakat atas kinerja KPK dalam memberantas korupsi sangatlah besar, sudah sekian tahun merdeka namun penduduknya  masih banyak yang belum menikmati indahnya kemerdekaan, termasuk saudara-saudara kita di Papua. Beban kehidupan semakin hari semakin berat ditengah pesta pora pengerukan sumber daya alam Indonesia. Korupsi telah menjajah bangsa ini sehingga kekayaan alam yang demikian besarnya tak mampu men-sejahterah-kan sebagian besar rakyatnya. KPK harus benar-benar menjadi Komisi Pemberantasan Korupsi bukan Komisi Perlindungan Koruptor melalui modus tebang pilih atau filosofi pisau (tajam kebawah tumpul keatas). Bila itu yang terjadi, MUNDUR !!!!!