PAGUYUBAN WARIS MATARAM

Photobucket
Tak dapat dipungkiri bahwa tugas APIP di lingkungan Inspektorat Kabupaten Banjar kedepan semakin tidak ringan. Bukan saja karena tuntutan tugas dan fungsinya yang berkembang dari sekedar tugas sebagai auditor menjadi pereviu Laporan keuangan, evaluator LAKIP, pemantau Tindak Lanjut/aksi pencegahan KKN,assesor Reformasi Birokrasi, fasilitator SPI dan Investigator kasus. Sementara fungsinyapun berubah menjadi consultative, early warning system dan quality assurance. Untuk melaksanakan tupoksi tersebut, APIP selain dituntut profesionalitasnya juga harus memiliki fisik yang mumpuni baik kesehatan diri maupun kemampuan bela diri dalam menghadapi kemungkinan ancaman fisik. 

Peningkatan profesionalisme APIP di lingkungan Inspektorat Kaupaten Banjar telah dlakukan secara kontinyu dan sistemais melalui kegiatan Pelatihan Kantor Sendiri (PKS), penyertaan APIP mengikuti Diklat/Bimtek/Sosialisasi dari lembaga yang berkompeten dan ekspose kegiatan/hasil diklat. Sedangkan untuk peningkatan fisik dan bela diri dilakukan melalui olah pernapasan seni pencak silat dan tenaga dalam PAGUYUBAN WARIS MATARAM yang diresmikan melalui prosesi jamasan pada hari Rabu tanggal 13 Pebruari 2013 di halaman kantor inspektorat. 

Pemilihan PAGUYUBAN WARIS MATARAM bukan tidak beralasan, seni bela diri ini merupakan warisan leluhur bangsa sendiri yang perlu dilestarikan. Disisi lain, selain gerakan fisiknya dapat menyehatkan jasmani juga diharapkan mampu menyehatkan rohani karena dalam setiap gerakan diimbangi dengan lafal yang mengingatkan kita akan kebesaran Sang Pencipta Allah SWT. 

Sesungguhnya Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna. Dalam diri manusia memiliki apa yang disebut dengan tenaga dalam, hanya saja kita tidak mengetahui bagaimana cara membangkitkan atau mengembangkannya. Tenaga dalam itu itu sudah ada sejak manusia dilahirkan. Tetapi tenaga itu masih pasif dan sewaktu-waktu tanpa disadari akan bangkit ketika seseorang menghadapi kondisi terjepit atau terdesak. Sebagai contoh Seseorang yang takut kepada anjing akan memiliki kemampuan yang luar biasa dalam berlari menghindari kejaran anjing yang berlari cepat 

Tenaga dalam yang masih pasif dapat diaktifkan melalui olahraga pernafasan. Dengan beberapa teknik pernapasan diantaranya: pernapasan perut, pernapasan dada, pernapasan pundak maupun gabungan. Olah raga ini diajarkan oleh kelompok senam pernafasan dan kelompok olah raga beladiri.[2] Seseorang menekuni tenaga dalam untuk beberapa tujuan, termasuk untuk olahraga, penyembuhan diri, meditasi, relaksasi, dan penunjang olah raga beladiri 

Selain untuk kesehatan tubuh dan bela diri, Tenaga dalam dapat dimanfaatkan sebagai media penyembuhan meskipun sangat sedikit penelitian yang membuktikan bahwa hal tersebut bekerja. Pada kenyataannya tenaga dalam telah digunakan selama ribuan tahun di berbagai komunitas budaya sebagai metode penyembuhan alternatif. Pengamatan yang dilakukan para ahli di Amerika Serikat dan Jepang melalui deteksi dua kumparan dengan 80.000 putaran lilitan menunjukan bahwa dari tangan seorang penyembuh tenaga dalam (prana) terpancar medan biomagnetik dengan frekuensi dari 0,3 – 30 hz dengan rata-rata kegiatan disekitar 7-8 hz. Pengamatan berkembang ke pengamatan medan akustik (suara) dan medan panas, selanjutnya melalui temuan-temuan ini mendorong ilmu kedokteran mulai mempelajarinya. Banyak kemanfaatan dalam penyembuhan dengan medan biomagnetik ini baik yang dihasilkan oleh praktisi prana ataupun yang dihasilkan oleh peralatan elektromagnetik