BRAINSTORMING REVIU RENSTRA

 photo reviurenstra.gif
Menjadi kewajiban Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membuat Rencana Stratejik (Renstra). Dokumen Renstra merupakan dokumen perencanaan yang berisi keterkaitan antara visi, misi, tujuan, sasaran,strategi, kebijakan, program dan kegiatan yang merupakan upaya untuk memberikan landasan dan arah bagi organisasi untuk mewujudkan visi dan misinya melalui indikator capaian kinerja dalam periode 5 tahun mendatang. 

Untuk menyusun sebuah renstra maka perlu memperhatikan kondisi saat ini melalui penilaian internal atas kekuatan dan kelemahan yang dimilki organisasi serta kesempatan dan tantangan yang dihadapi organisasi. Hal ini sangat penting agar kebijakan yang akan diambil nantinya benar realistis dengan memaksimalkan sumberdaya yang ada baik itu SDM, peralatan maupun keuangan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Inspektur Kabupaten Banjar saat membuka kegiatan brainstorming reviu Renstra Inspektorat Kabupaten Banjar pada hari Jumat tanggal 23 Agustus 2013 di aula Inspektorat Kabupaten Banjar. Di dalam kegiatan tersebut juga disampaikan bahwa Renstra Inspektorat Kabupaten Banjar merupakan bagian kontribusi pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten Banjar yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD). 

Namun demikian, adanya dinamika perubahan yang terjadi baik perubahan peraturan perundang-undangan, kebijakan nasional dan kemampuan anggaran Pemerintah Kabupaten Banjar maka renstra Inspektorat harus direviu secara berkala. Reviu memiliki peran penting dalam menjaga arah dalam mencapai tujuan stratejik untuk mewujudkan visi dan misi, oleh karena itu kegiatan reviu ini juga menjadi bagian penilaian dalam evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (e-AKIP). 

Dalam brainstorming reviu renstra, dilakukan pemaparan renstra Inspektorat Kabupaten Banjar oleh Inspektur dan juga Indikator Kinerja Utama (IKU). Menyusun IKU inspektorat memang tidak mudah, sebagai SKPD pendukung, indicator kinerja umumnya bersifat kualitatif dan sangat terkait erat dengan komitmen dari SKPD yang lain. Oleh karena itu, melalui brainstorming yang dihadiri oleh para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Inspektorat, dibangun pemahaman dan persamaan persepsi atas tujuan, sasaran,strategi, kebijakan, program dan kegiatan beserta indikator keberhasilan dari berbagai perspektif yaitu pengguna, proses internal, pembelajaran dan keuangan serta IKU. 

Pada akhirnya, juga yang menjadi perhatian adalah bahwa program dan kegiatan yang ditetapkan dalam mencapai tujuan tidak boleh lepas dengan program dan kegiatan yang ada di Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.