PKS PKP

 photo PKS-1.gif
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Inspektorat kabupaten Banjar mengemban misi kelima dari Pemerintah Kabupaten Banjar yaitu Memantapkan Penyelenggaraan Kepemerintahan yang baik dan Pelayanan Prima. Untuk mrendukung misi tersebut maka ditetapkan Visi Inspektorat Kabupaten Banjar yaitu Terwujudnya Tata Pemerintahan yang baik melalui pengawasan yang profesional. Profesional dari sisi SDM berarti harus memiliki kapasitas dan kualitas serta integritas. 


Semakin mantap kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh sebuah organisasi, akan semakin meningkatkan kinerja organisasi selama itu didukung dengan integritas yang baik. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kapasitas APIP di lingkungan Inspektorat Kabupaten Banjar, maka pada tanggal 20 Agustus 2103 bertempat di Aula Inspektorat Kabupaten Banjar dilaksanakan Pelatihan Kantor Sendiri (PKS) atau In House Training tentang Program Kerja Pengawasan (PKP) dengan narasumber langsung oleh Inspektur. 

Pelatihan Kantor Sendiri adalah sebuah program pelatihan yang diselenggarakan secara rutin oleh Inspektorat Kabupaten Banjar dengan menggunakan tempat latihan, peralatan dan peserta dari internal sendiri. Sementara untuk narasumber dapat berasal dari internal maupun eksternal seperti BPKP dan Instansi lainnya. 

Dalam PKS tersebut, Inspektur menyampaikan bahwa kesibukan tidak identik dengan meningkatkan produktifitas kinerja. Kesibukan yang tidak memliki arah dan proses bisnis yang jelas akan menghasilkan output dengan mutu yang rendah dan tak tepat waktu. Ukuran mutu dan waktu menjadi penting untuk mengukur apakah pengawasan yang dilakukan oleh APIP telah efektif atau tidak. Hasil pengawasan yang tidak bermutu dapat mengakibatkan kesalahan bagi pengguna Laporan ketika membuat sebuah keputusan, sementara sebaik apapun kualitas dari hasil pemeriksaan tetapi tidak tepat waktu juga tidak memiliki nilai manfaat. 

Untuk itu, agar tidak terjebak dalam kesibukan yang mubazir khususnya dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan, maka penyusunan Program Kerja Pengawasan (PKP) menjadi kunci penting. Kesalahan membuat langkah kerja dalam PKP menjadikan pemeriksaan tidak terarah yang pada akhirnya banyak membuang waktu baik bagi pemeriksa maupun bagi auditi/obrik (obyek pemeriksaan). Pemeriksa tidak boleh mementingkan kebutuhan waktunya saja, tetapi durasi waktu yang tersita dari obrik harus diperhatikan agar tidak mengganggu tugas mereka.