EXIT MEETING HP

 photo exitdinkes.gif
Seiring  berjalannya waktu, tuntutan atas kualitas sumber daya aparatur Inspektorat Kabupaten Banjar semakin tinggi. Aparat pengawas diharuskan tidak sekedar mampu mengungkap sebuah kondisi, penyebab, akibat, kriteria dan rekomendasi, tetapi juga harus mampu mengkomunikasikan Hasil pemeriksaan (HP) nya dengan para auditi atau obyek pemeriksaan (obrik).  

Hal tersebut selalu diingatkan  oleh Inspektur Kabupaten Banjar dalam setiap kesempatan. Oleh karena itu, untuk mendukung kebijakan tersebut, kepada semua aparat pengawas baik dari pejabat struktural, Pejabat fungsional Auditor dan Pejabat Pengawas Pemerintah (P2) secara terus menerus dikembangkan kapasitasnya baik melalaui in house training atau Pelatihan Kantor Sendiri (PKS) dan pengiriman untuk menjadi peserta diklat di Pusdiklatwas BPKP di Ciawi.

Berbekal dengan kemampuan yang di dapat, maka pada hari Kamis tanggal 4 Agustus 2013, tim Inspektur Pembantu Wilayah II yang dipimpin oleh Drs.H. Irwan Kumar, MAP yang didampingi oleh anggota tim auditor Firdaus Abdi melakukan exit meeting sekaligus ekspose hasil pemeriksaan di Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. 

Exit meeting adalah salah satu media pentig bagi tim pemeriksa dan obrik dalam rangka mengkomunikasikan hasil pemeriksaan. Dari pihak Dinas Kesehatan selaku obrik sangat atusias dan aktif untuk berkonsultasi dan berdiskusi atas materi pemeriksaan yang disampaikan. Dengan adanya jalinan komunikasi dua arah yang baik dalam, diharapkan kedepannya dalam setiap pengelolaan kegiatan akan menjadi lebih baik. 

Komunikasi dalam ekspose HP dibangun dalam bingkai kesetaraan. Sudah menjadi acuan etika bagi aparat Inspektorat Kabupaten Banjar untuk tidak bersikap mau menang sendiri apalagi dalam menafsirkan sebuah peraturan sebagai kriteria secara sempit dan tidak komprehensif  dengan memperhatikan peraturan terkait lainnya. Aparat inspektorat Kabbanjar dilarang memanfaatkan posisi wewenangnya sebagai pengawas dengan memaksakan kehendak dan merasa paling benar..  

Disisi lain, exit meeting melalui ekspose HP juga membuktikan bahwa paradigma Inspektorat Kabupaten Banjar telah berubah dari fungsi yang hanya memerksa dengan segala atribut negatifnya, menjadi institusi yang mampu memberikan solusi tanpa harus ada unsur gratifikasi, kolusi dan konspirasi.