KOMITMEN TERHADAP INTEGRITAS

  photo tambang.gifTugas memang tak pernah berhenti, satu selesai yang lain menunggu. Tak terkecuali tugas untuk mendampingi Tim BPK-RI dalam melakukan pemeriksaan terhadap Perusahaan Daerah yang bergerak di bidang pertambangan yaitu PD. Baramarta. Tugas pendampingan tersebut selain sebagai momen penting untuk meningkatkan sinergi antar aparat pemeriksa, juga menjadi masukan bagi inspektur dalam menyusun Rencana Aksi Daerah untuk pencegahan korupsi bidang pertambangan. Adapun auditor Inspektorat Kabupaten Banjar yang ditugaskan oleh inspektur untuk mendampingi Tim BPK-RI adalah Auditor Pertama Gusti M. Thoha, SE. 

Selama ini sektor penyelenggaraan pertambangan tidak pernah tersentuh oleh Inspektorat Kabupaten Banjar. Hal ini dikarenakan peraturan perundang-undangan yang ada tidak memberikan ruang bagi inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terkecuali berkaitan dengan penggunaan APBD oleh Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Banjar. Penyelenggaraan pertambangan memang masih sentralistik. Oleh karena itu, pendampingan Inspektorat Kabupaten Banjar dengan Tim BPK-RI  diharapkan menjadi best practice untuk meningkatkan kapasitas.  

Dalam langkah kerja pemeriksaan, tentu ada perencanaan pengujian lapangan. Demikian juga yang dilakukan oleh Tim BPK-RI yang didampingi oleh auditor Inspektorat Kabupaten Banjar, pada hari Rabu tanggal 25 September 2013 dilakukan peninjauan lapangan oleh tim pemeriksa dan petugas PD. Baramarta. Peninjauan dimaksudkan untuk memperoleh gambaran awal tentang pelaksaanaan pengusahaan tambang oleh PD. Baramarta dari proses penambangan sampai pengelolaan lingkungan.

Pada tengah hari, peninjauan dihentikan sejenak untuk istirahat makan dan sholat. Masih dengan komitmen yang tinggi atas etika dan penegakan integritas yang berlaku di Inspektorat Kabupaten Banjar, tanpa malu-malu Gusti M. Thoha membuka bekal yang dibawa dari rumah. Nilai dan rasa makanan itu menjadi lebih berarti karena dibuat dan disiapkan oleh isteri tercinta, dan juga kebanggaan akan komitmen integritas yang melarang aparat Inspektorat Kabupaten Banjar untuk menerima apapun termasuk makan minum dari auditi ketika sedang melaksanakan tugas. 

Indonesia sudah terlalu banyak memiliki orang pintar, sumber daya alamnya pun melimpah dan tanahnya subur, tapi kesejahteraan yang yang dicitakan dalam pembukaan UUD masih jauh untuk direngkuh. Kepintaran tak berintegritas adalah penghancur jalan menuju kesejahteraan.  Oleh karenanya, menegakan integritas dengan semangat Lillahita'ala merupakan satu keharusan. Semangat........