RATAS REVIU SOP

 photo sop.gifSalah satu indikasi adanya sistem pengendalian internal dalam suatu kegiatan atau tindakan adalah keberadaan dokumen Standar prosedur operasional atau lebih dikenal dengan SOP (Standart Operating Procedure). SOP adalah Suatu rangkaian petunjuk atau instruksi terperinci yang menggambarkan suatu proses dari awal sampai akhir yang harus dilakukan oleh para penanggungjawab.

Dengan adanya SOP dapat mengurangi risiko terjadinya kegagalan atau tidak diyakininya suatu hasil kegiatan akibat kesalahan proses .

Dengan semakin kompleknya suatu kegiatan akibat adanya dinamika perubahan baik itu berkaitan dengan peraturan perundang-undangan, meningkatnya tuntutan masyarakat atau customer dan semakin tingginya risiko yang akan dihadapi , akan berpengaruh terhadap suatu proses kegiatan. Oleh karena itu keberadaan SOP pun perlu di reviu. 

Kondisi tersebut menjadi alasan bagi inspektorat untuk melakukan reviu SOP-nya. Demikian disampaikan oleh inspektur Kabupaten Banjar dalam kesempatan rapat terbatas (ratas) di ruang kerja inspektur membahas tentang Reviu SOP di lingkungan Inspektorat Kabupaten Banjar yang diikuti oleh para Irban, sekretaris dan tim reviu SOP.  

SOP Inspektorat Kabupaten Banjar sebelumnya disusun berdasarkan Peraturan Bupati Banjar Nomor 51 tahun 2011 tentang Pedoman penyusunan SOP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar. Namun mengingat dalam Perbup tersebut belum mengakomodasi unsur pengendalian internal, maka melalui evaluasi atas peraturan, inspektora t merekomendasikan untuk dilakukan perubahan atas perbup tersebut dengan memasukan 2 (dua) unsur sistem pengendalian internal yaitu penilaian risiko dan kegiatan pengendalian.

Pedoman penyusunan SOP kemudian dirubah dengan terbitnya Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2013, untuk itu SOP Inspektorat pun harus direviu untuk menyesuaikan dengan peraturan tersebut. Reviu itupun nantinya akan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan semakin tingginya tuntutan atas kinerja inspektorat .