SOSIALISASI JFA DAN AK

 photo AUDITOR.gif
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Nomor 19 Tahun 1996 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merupakan instansi pembina Jabatan Fungsional Auditor (JFA) di lingkungan BPKP dan instansi pemerintah lainnya, kecuali BPK. 

Untuk mengimplementasikan peraturan tersebut, BPKP Perwakilan Kalimantan Selatan pada hari Kamis tanggal 14 November 2013 melakukan sosialisasi sekaligus penyegaran kembali bagi para auditor di Inspektorat Kabupaten Banjar berkaitan dengan JFA dan penilaian angka kreditnya. Tim sosialisasi dipimpin oleh Bapak Eko Suwahyo selaku Auditor Madya di BPKP Perwakilan Kalsel. 

Kegiatan ini menjadi penting mengingat JFA di Inspektorat Kabupaten Banjar mempunyai komposisi paling besar dibanding jabatan fungsional lainnya seperti Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD) dan Auditor Kepegawaian. Dan juga lebih banyak dari jabatan struktural maupun jabatan fungsional umum. Oleh karena itu, kenaikan kompetensi JFA akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kinerja inspektorat. 

Sosialisasi diisi dengan banyak diskusi antara narasumber dengan auditor Inspektorat Kabupaten Banjar, khususnya berkaitan dengan implementasi dari peraturan tentang JFA di inspektorat selaku APIP. Hal ini mengingat kondisi JFA di inspektorat dan BPKP tidak dapat disamakan, baik dari kondisi kerja maupun kesejahteraannya. JFA di inspektorat bukanlah satu-satunya jabatan fungsional tertentu di pemerintah daerah. Sehingga menerapkan peraturan JFA secara kaku menjadikan fungsional auditor sebagai jabatan yang tidak menarik, Mengapa? 

Sebagai auditor intern, auditor inspektorat memiliki risiko tekanan psikis yang lebih besar dibanding pemeriksa lainnya, termasuk juga dengan kesejahteraannya masih minim. Oleh karena itu menjadi tugas inspektur untuk membuat kebijakan agar jabatan fungsional tidak ditinggalkan. Demikian penjelasan Inspektur Kabupaten Banjar sekaligus menutup kegiatan sosialisasi tersebut.