RUANG KERJA HIJAU

 photo gazebo.gif
Bertepatan dengan diperingatinya Hari Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (KORPRI) pada tangagal 2 desember 2013, telah dimulai pemanfaatan Ruang Kerja Hijau (RKH) Inspektorat Kabupaten Banjar sebagai salah satu pelaksanaan Keputusan Bupati Banjat Nomor 740 tahun 2013 tentang Penetapan Kantor  Inspektorat Kabupaten Banjar Sebagai Kantor Hijau yang kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Inspektur Kabupaten Banjar Nomor 28 Tahun 2013 tentang Program Menuju Kantor Inspektorat Hijau atau Green Office. 

Sementara kapasitas masih terbatas, pemanfaatan RKH dilakukan secara bergantian oleh masing-masing Inspektur Pembantu Wilayah (Irbanwil) dan jajarannya setiap hari. Untuk mensuply energi listrik di RKH yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan kerja, telah dipasang energi solar cell dengan daya 400 Watt. Dengan demikian, Irbanwil yang mendapat giliran bekerja di RKH, maka listrik yang bersumber dari PLN di ruang kerja mereka akan dipadamkan oleh petugas hijau, upaya ini akan mengurangi konsumsi listrik. 

RKH Inspektorat Kabupaten Banjar merupakan konsep green office yang keberadaannya mencoba untuk memenuhi kriteria green office dari Green Building Council Indonesia. Berdasarkan GBCI, ada lima aspek sebuah kantor bisa dikatakan memiliki konsep Green Office yaitu : Pertama: Pertimbangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia. Hal ini bisa dilihat dari penerangan ruangan yang menggunakan pencahayaan alami. Dengan memakai cahaya alami, maka tentu penggunaan energi listrik untuk menyalakan lampu dapat dikurangi. 

Kedua: Tingkat kenyamanan yang tinggi. Faktor kenyamanan tersebut meliputi segi visual, akustik, dan termal bagi si penghuninya. Contoh untuk kenyamanan visual adalah merancang sebuah ruangan yang memiliki kesan natural sehingga ruangan tersebut akan terlihat segar dan hidup. Meminimalkan suara bising dari sistem HVAC (Heating, Ventilation and Air Conditioner) termasuk usaha untuk menciptakan kenyamanan dari segi akustiknya. Sedangkan, menghindari titik panas dari sinar matahari langsung melalui penempatan ventilasi yang benar adalah demi kenyamanan dari segi termal. 

Ketiga: Desain yang mengikuti perubahan. Ketika fungsi sebuah ruangan ingin diganti, tidak perlu melakukan perombakan secara besar-besaran melainkan perubahan kecil saja sudah cukup. Hal ini sangat efisien dan bermanfaat karena bisa meminimalkan timbulnya sampah elektronik dan perabot. Keempat: Pemanfaatan teknologi terkini. Teknologi yang digunakan biasanya merupakan teknologi nirkabel (wireless) maupun penggunaan kabel serat optik untuk pengiriman data dan konferensi video berbasis internet. Pemanfaatan teknologi seperti ini dapat mengurangi pengunaan kertas. Selain itu, penggunaan peralatan teknologi informasi yang tahan lama dan hemat energi juga perlu diimplementasikan. 

Terakhir: Pelatihan sumber daya manusia. Pelatihan ini salah satunya bisa berupa bagaimana cara menggunakan sebuah teknologi tertentu. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena secanggih apapun teknologinya, jika tidak digunakan dengan benar maka manfaat dari teknologi tersebut tidak akan maksimal dan bahkan bisa mengalami kerusakan. 

RKH Inspektorat Kabupaten Banjar memenuhi kriteria tersebut karena didirikan di ruang terbuka hijau sehingga pencahayaan langsung memanfaatkan sinar matahari yang terlindungi oleh vegetasi yang sekaligus berfungsi untuk kenyamanan visual dan menurunkan suhu. Selain itu, ruang kerja berbentuk gazebo didesain untuk mudah dibongkar pasang dan dilengkapi hot spot untuk fasilitas kerja dan pemanfaatan teknologi informasi. Hal lain yang berbeda di RKH Inspektorat Kabupaten Banjar adalah adanya pemisahan RKH untuk pria dan wanita, RKH khusus pria dinamakan Nanang Gawi Sabumi sedangkan RKH wanita dinamakan Galuh Abdi Banua.