RAT KUMPULAN SWADANA

 photo koperasi.gifUntuk menunjang kebutuhan sendiri, maka pada Januari 2013 melalui kesepakatan bersama, para PNS di lingkungan Inspektorat Kabupaten Banjar melakukan pengumpulan dana sebesar Rp. 500.000,- sebagai penyertaan modal dalam sebuah embrio koperasi atau lebih tepat disebut perkumpulan swadana. Tidak dapat dikatakan koperasi, karena memang belum memiliki AD/ART apalagi akta pendirian. Semua kegiatan dilaksanakan murni berdasarkan prinsip kepercayaan dan setiap bulan para pengelola menyampaikan perkembangan dan posisi keuangan dari dana yang dikelola. Dengan modal yang tidak seberapa besar, usaha yang dikembangkan sementara ini hanya penyediaan sembako dan pinjaman terbatas bagi para PNS Inspektorat selaku pemilik dan anggota perkumpulan.
 

Melalui kerja keras para pengelola yaitu Hj. Purnama, Ani Rosda dan Enny, keuntungan usaha yang diperoleh selama setahun sangat baik yaitu dengan modal awal Rp. 19.000.000,- dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 4.826.000,-. Perolehan tersebut  juga tidak terlepas dari partisipasi para anggota yang secara aktif melakukan transaksi pinjaman dan atau belanja sembako bulanan.

Atas hasil usaha tersebut, pada hari Jumat tanggal 10 Januari 2014 di ruang rapat Inspektorat Kabupaten Banjar dilakukan Rapat Tahunan Anggota yang dipimpin oleh Inspektur untuk menetapkan hasil usaha dan perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagi secara proposional berdasarkan jumlah modal yang disertakan dan transaksi yang dilakukan oleh masing-masing anggota. Sebagai penerima SHU terbesar adalah Yusriansyah, SAP selaku auditor muda.

Dalam kesempatan tersebut Inspektur menyampaikan pesan bahwa menjadi PNS harus siap dengan hidup apa adanya, bila ingin pendapatan lebih maka harus mencari usaha sendiri bukan dengan korupsi. Oleh karena itu, keberadaan perkumpulan swadana ini dapat dijadikan cikal bakal pembentukan koperasi yang nantinya dapat diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Sekarangpun, keberadaan perkumpulan ini sudah banyak membantu bagi anggota dalam menutupi kebutuhan yang mendesak.