TERGANTUNG PADA TUHAN

 photo listrikpadam.gif
Listrik masih menjadi problem di Kalimantan Selatan, berbicara listrik tentu tidak lepas dari perusahaan negara yang bernama PLN. Meskipun frekuensi pemadaman listrik yang dilakukan PLN sudah banyak berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya, tetapi sekecil apapun kejadian tersebut tentu tetap mengganggu produktivitas kerja di banyak sektor. Saat ini, hampir semua instansi, perusahaan dan kebanyakan orang telah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam kegiatan produksi, namun demikian peralatan TIK masih tergantung dengan keberadaan sumber daya listrik. Bisa dibayangkan, ketika listrik padam maka aktivitas produksipun berhenti. Bagi yang memiliki generator electric (Genset) tentu tidak menjadi masalah, hanya saja biaya produksi akan bertambah karena konsumsi BBM untuk genset cukup besar. Sementara yang tidak memiliki genset, tanpa aba-aba para karyawannya langsung "bubar jalan", karena tidak ada yang dapat mereka kerjakan. 

Tetapi tidak demikian dengan di Inspektorat Kabupaten Banjar. Dengan ditetapkannya Kantor Inspektorat Kabupaten Banjar sebagai Kantor Hijau oleh Bupati Banjar yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Banjar Nomor 740 Tahun 2013, maka inspektorat telah membuat berbagai program diantaranya adalah pemanfaatan energi terbarukan yaitu sinar matahari. Indonesia yang berada di garis katulistiwa tentu tak akan pernah kekurangan sinar matahari, setahun penuh matahari akan bersinar meski kadang tertutup awan terutama di musim hujan. Oleh karena itu, adalah wajar apabila Inspektorat mencoba untuk memaksimalkan sinar matahari tersebut untuk mencukupi kebutuhan listriknya melalui pemasangan solar cell. 

Memang cukup mengherankan bahwa selama ini pemanfaatan sinar matahari melalui penggunaan solar cell tidak banyak diminati, mungkin selain biaya awalnya yang relatif tinggi juga sering terdengar isu bahwa instalasi solar cell tidak bertahan lama. Sesungguhnya biaya awal instalasi solar cell akan tertutupi dengan akumulasi biaya rekening listrik yang harus dibayarkan pada kurun waktu tertentu dan selebihnya malah menguntungkan. Demikian juga dengan ketahanan instalasi, selama dilakukan perawatan terhadap panel dan baterei maka umur pakai bisa panjang, bahkan dalam kondisi sinar matahari yang terbatas karena mendung, solar cell masih bisa menyimpan sumber daya listrik. 

Solar cell di Inspektorat Kabupaten Banjar terpasang dengan daya maksimum 400 watt. Besaran daya tersebut, minimal mampu menyalakan 10 laptop dan 2 printer. Dengan keberadaan solar cell, jaaran pegawai Inspektorat Kabupaten Banjar tidak lagi tergantung pada listrik yang dikelola PLN. Sehingga ketika beberapa waktu lalu PLN memulai kebiasaan lamanya yaitu melakukan pemadaman listrik, maka produktifitas kerja Inspektorat masih bisa berjalan normal. Selama Tuhan masih mengizinkan matahari untuk bersinar, maka tidak ada istilah berhenti kerja. Jadi produktifitas Inspektorat tidak lagi tergantung pada PLN tetapi tergantung pada TUHAN.