B E S T

 photo BEST.gif
Dalam bahasa sederhana, sampah merupakan material sisa atau limbah hasil sampingan dari proses pemanfaatan yang umumnya tidak diperlukan lagi oleh manusia. Dalam kondisi tertentu, sampah bahkan dianggap sebagai biang penyebaran penyakit. Oleh karena keberadaan sampah yang dianggap tak memiliki manfaat, maka manusia cenderung mengabaikan dan membuangnya begitu saja. Ketika kebanyakan manusia memiliki pola pikir yang demikian, maka dalam satu kawasan perkotaan yang sangat padat, akan dihasilkan berkubik-kubik sampah yang pada akhirnya akan mengganggu lingkungan. Namun demikian, dalam perspektif lain, sampah sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomis.

Menempatkan sampah sebagai sesuatu yang bermanfaat tentu harus didahului dengan perubahan pola pikir. Merubah pola pikir memang tidak mudah, perlu waktu melalui proses pembelajaran untuk memunculkan sebuah kesadaran. Memahami kondisi tersebut, Inspektorat Kabupaten Banjar mencoba mengembangkan pola edukasi merubah pola pikir melalui bank sampah. Sedikit berbeda dengan bank sampah yang sudah ada, yang dikembangkan di Inspektorat Kabupaten Banjar adalah bank memberikan jasa atas sampah yang ditabung dengan bibit tanaman. Oleh karenanya, untuk menyesuaikan maksud dan tujuannya, maka dibentuklah bank dengan nama Bank Edukasi Sampah ke Tanaman (BEST). 

Sebagai instansi yang telah ditetapkan sebagai kantor hijau sesuai Keputusan Bupati Banjar Nomor 740 Tahun 2013 tentang Penetapan Kantor Inspektorat Kabupaten Banjar sebagai Kantor Hijau (Green Office), maka konsep 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) dalam implementasi green office terus dikembangkan, komitmen ini sejalan dengan fungsi inspektorat dalam pengawasan yang selalu mengedepankan prinsip 3E (Efektif, Efisien dan Ekonomis). Adalah hal yang lucu apabila sebagai instansi pemeriksa/pengawas yang selalu menilai 3E pada obyek pemeriksaan/ auditi, sementara instansi pemeriksa itu sendiri tidak bisa menunjukan ketiga prinsip tersebut pada hal-hal yang sederhana seperti pengelolaan sampah dan lingkungannya. 

BEST Inspektorat Kabupaten Banjar dikembangkan dengan me-recycle sampah plastik, kertas dan besi. Pemanfaatan kembali dalam fungsi lain atas sampah plastik khususnya wadah air kemasan dengan cara menggunakan sampah tersebut untuk membuat taman vertikal (vertical garden). Sementara kertas dan besi dijual kembali dan hasilnya untuk membeli bibit tanaman. Ada dua manfaat yang didapat dari pengelolaan BEST Inspektorat Kabupaten Banjar, pertama pengelolaan sampah itu sendiri dan kedua mendorong terjadinya proses penghijauan.

Karena BEST masih bersifat edukasi, maka untuk sementara nasabahnya masih dari kalangan PNS dan masyarakat yang benar-benar telah peduli akan lingkungan. Tentunya harapan yang diinginkan dari keberadaan BEST Inspektorat Kabupaten Banjar adalah konsep edukasi ini bisa dikembangkan oleh instansi yang memiliki sumberdaya dan khalayak yang peduli akan lingkungan