KOMITMEN KETUA TIM PENGGERAK PKK

 photo KUNJUNGANKETUAPENGGERAKPKK.gifMenindaklanjuti hasil penilaian kesatu tim penilai Adipura atas kondisi lingkungan di wilayah Kabupaten Banjar, ketua tim penggerak PKK Kabupaten Banjar Ibu Hj. Raudatul Jannah Khairul Saleh yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Ir. Nasrunsyah, MP, Ibu ketua DWP Pemkab Banjar, Asissten I Bidang Pemerintahan melakukan kunjungan ke titik-titik pantau. Meskipun hasil penilaian tim adipura mendudukan Kabupaten Banjar diperingkat nilai tertinggi se Provinsi Kalimantan Selatan, namun upaya untuk lebih meningkatkan kebersihan dan menjaga lingkungan di wilayah Kabupaten Banjar tak lepas dari perhatian ibu Raudatul Jannah. Bagi ibu, menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan bukan sekedar untuk memperoleh Adipura, tetapi merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh para stakeholder demi mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani maupun rohani.


Salah satu titik pantau yang dikunjungi oleh ibu ketua Tim Penggerak PKK dan rombongan adalah Kantor Inspektorat Kabupaten Banjar. Memasuki halaman kantor Inspektorat sudah terlihat komitmen Ibu terhadap kepedulian lingkungan, dengan santai ibu berjalan  kaki meninggalkan mobil untuk memasuki area terbuka kantor inspektorat, karena beliau tahu bahwa hari itu adalah .hari jumat yang ditetapkan oleh Inspektorat sebagai hari hijau  dimana semua kendaraan berbahan  bakar minyak dilarang untuk memasuki area ruang terbuka Inspektorat. Kebijakan tersebut adalah salah satu implementasi Keputusan Bupati Banjar Nomor 740 tahun 2013 tentang Penetapan Kantor Inspektorat Kabupaten Banjar sebagai Kantor Hijau (Green Office). 

Dalam kunjungan tersebut, Ibu Raudatul Jannah Khairul Saleh banyak memberikan saran pertimbangan atas pelaksanaan green office di kantor Inspektorat. Diantaranya adalah perlu dilakukan  pemilahan dan pengolahan sampah. Sampah kering (an organik) dan sampah basah (organik) harus dipilah dan dipisahkan tempatnya. Ini penting agar masing-masing jenis sampah tersebut dapat diolah kembali. Hal lain yang disampaikan oleh ibu adalah perlunya Inspektorat untuk membentuk bank sampah. Sampah yang terkumpul di bank bisa mempunyai nilai ekonomis apabila dikelola dengan baik.

Bagi Inspektur, saran pertimbangan tersebut menjadi masukan yang berharga dalam menetapkan kebijakan selanjutnya. Untuk pemilahan sampah akan disiapkan lebih banyak lagi tempat-tempat sampah yang dipisahkan, demikian juga pengelolaan sampah juga disiapkan 2 drum yang didesain untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk. Sementara untuk bank sampah juga diupayakan realisasinya dalam waktu segera.
.