PEMIMPIN PEDULI LINGKUNGAN

 photo BUPATIBANJAR.gif
Bila engkau mencintai anak dan cucumu, maka jagalah lingkunganmu. Pepatah tersebut mulai menjadi perhatian seiring penyelenggaraan Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup di Stockholm, Swedia tahun 1972. Faktor penting dalam permasalahan lingkungan adalah pesatnya laju populasi manusia dengan segala aktifitasnya. Sebelumnya orang menduga masalah lingkungan lebih dipengaruhi oleh faktor alam, tetapi kemudian disadari bahwa aktifitas manusia dalam memenuhi kebutuhan ekonominya dapat mempengaruhi iklim dan lingkungan secara signifikan seperti penebangan hutan, industri, pertambangan / eksploitasi sumber energi yang tak terbarukan, limbah hasil produksi, sarana transportasi dan lainnya. 

Dari sektor industri dan transportasi saja menghasilkan peningkatan gas carbon dioxida (CO2) yang diketahui menjadi penyebab terjadinya efek pemanasan global (global warming). Diperkirakan diantara tahun 1990-2100 akan terjadi kenaikan rata-rata suhu global sekitar 1,4 sampai 5,8 derajat celsius. Akibatnya akan terjadi kenaikan rata-rata permukaan air laut disebabkan mencairnya gunung-gunung es di kutub. Banyak kawasan di dunia akan terendam air laut. Akan terjadi perubahan iklim global. Hujan dan banjir akan meningkat. Wabah beberapa penyakit akan meningkat pula. Produksi tumbuhan pangan pun terganggu sehingga pengaruh besar bagi kelangsungan hidup manusia.

Begitu pentingnya isu lingkungan, maka selayaknya menjadi kepedulian setiap orang terutama para pemimpinnya. Hal ini ditunjukan oleh Bupati Banjar Sultan Khairul Saleh ketika melakukan pemantauan atas pengelolaan lingkungan di Kota Martapura pada hari Jumat tanggal 23 Mei 2014. Salah satu titik pantau adalah kantor Inspektorat Kabupaten Banjar yang telah ditetapkan sebagai Kantor Hijau (Green Office) berdasarkan Keputusan Bupati Banjar Nomor 740 Tahun 2013.

Didampingi oleh Seretaris Daerah Ir. H. Nasrunsyah, MP dan Kepala BLH Kabupaten Banjar Ir. H. Farid Soufyan, MS, Bupati Banjar memberi arahan khususnya tentang pengelolaan sampah dan penghematan energi. Sudah saatnya setiap kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar melakukan penghematan energi dengan memasang solar cell untuk memenuhi kebutuhan listrik seperti yang terpasang di kantor Inspektorat.

Selain itu disampaikan oleh Bupati Banjar bahwa menjaga lingkungan dengan melakukan penanaman pohon pada ruang-ruang terbuka akan mengurangi keberadaan gas CO2 penyebab efek rumah kaca sekaligus memberikan nilai estetika pada ruang dan bangunannya. Menjaga lingkungan bukan hanya untuk tujuan  penghargaan tetapi menjadi keharusan semua orang. demi generasi mendatang.

Komitmen atas kepedulian lingkungan, Bupati Banjar Sultan Khairul Saleh mengakhiri pemantauan di kantor Inspektorat dengan berjalan kaki karena hari itu adalah hari jumat yang ditetapkan sebagai hari hijau yang melarang semua alat transportasi ber bahan bakar minyak untuk masuk lingkungan kantor Inspektorat Kabupaten Banjar.