VERTICAL GARDEN

 photo VERTIKALGARDEN.gif
Global Warming atau pemanasan global adalah proses naiknya suhu rata-rata atmosfir, bumi dan laut yang diduga karena meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia berupa carbon dioksida (CO2). Untuk mengurangi CO2 yang lepas ke atmosfir adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Namun, sempitnya lahan menjadi masalah dalam penanganan dari global warming tersebut. Adalah Patrick Black yang dapat memecahkan masalah tersebut dengan menciptakan seni bertanam cara vertikal (Vertical Creation) atau kemudian disebut Vertical Garden/Vega atau Taman Tegak.

Vega merupakan model taman yang dibangun pada bidang tegak/vertikal. Pada pemukiman perkotaan yang mempunyai keterbatasan lahan, model vega akan memperbesar ruang tanam dibanding dengan taman konvensional, bahkan jumlah tanaman yang dapat ditanam bisa beberapa kali lipat, sehingga dapat menambah ruang hijau secara sangat signifikan. 

Penerapan vega di halaman kantor Inspektorat Kabupaten Banjar memang bukan dikarenakan sempitnya lahan, tetapi bagian dari pemanfaatkan kembali limbah gelas plastik minuman untuk wadah tanaman sekaligus menambah khazanah konsep taman Inspektorat dalam rangka mendukung program kantor Inspektorat kabupaten Banjar sebagai kantor hijau . 

Seperti taman konvensional, vega memberi kesan asri dan hijau serta meningkatkan suplai oksigen. Selain itu, vega juga mampu mengurangi tingkat kebisingan, polusi udara, dan menangkap partikel debu. Manfaat tersebut tentu sangat sesuai dengan kantor inspektorat yang berada di pinggir jalan raya. 

Tanaman yang digunakan pada vega inspektorat terdiri dari dua jenis, hal ini dimaksudkan agar kedua tanaman tersebut dapat didesain untuk menjadi sebuah tulisan : INSPEKTORAT. Karena penempatan tanaman tersebut dibuat untuk memudahkan bongkar pasang (knock-down), maka tanaman penyusun bisa di update sehingga tidak membosankan.