PENILAIAN TATA KELOLA LINGKUNGAN

 photo ADIPURA.gif
Usaha untuk memperoleh penghargaan Adipura Kencana memang tidaklah mudah, perlu tekad, kerja keras dan kerjasama antar semua pihak baik pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan maupun masyarakat didalam satu wadah kepemimpinan yang kredibel . Pada awalnya, Adipura Kencana Adipura Kencana diberikan pemerintah bagi kota yang telah empat kali meraih Adipura. Setiap aspek manajemen dan peran serta masyarakat (termasuk PKK dan Kesehatan) harus mempunyai nilai 80% dari nilai maksimum setiap aspek tersebut, dan nilai fisik harus lebih besar atau sama dengan 80% dari nilai maksimum. Tetapi kemudian, Adipura kencana dapat diberikan kepada kota meski belum empat kali meraih Adipura dengan syarat nilai dari setiap aspek 80 % ditambah adanya inovasi/sesuatu yang baru dalam pengelolaan lingkungan kota.

Kemajuan pengelolaan lingkungan kota Martapura di bawah kepemimpinan Bupati Banjar Sultan Khairul Saleh sudah demikian berkembang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu sudah sewajarnya apabila Kota Martapura mendapat penghargaan Adipura 2 kali berturut-turut dengan nilai tertinggi se Provinsi Kalimantan selatan. Namun upaya menjaga dan mengelola lingkungan tidaklah berhenti sampai disitu. 

Seiring waktu, kesadaran masyarakatnya juga meningkat dalam memahami pentingnya sebuah lingkungan yang baik demi generasi mendatang. Program-program pemerintah Kabupaten Banjar pun disambut antusias oleh masyarakat seperti Bank Sampah, Kampung metan, CFD (Car Free Day) dan lainnya. Tak terkecuali program dari PKK yang diketuai Ibu Hj. Raudhatul Jannah sekaligus sebagai Bunda PAUD yang membuat program PAUD Lingkungan. 

Meletakan kepedulian dalam tata kelola lingkungan sebagai sebuah kewajiban, mendorong pemerintah dan stakeholder lainnya untuk selalu berimprovisasi dan berinovasi khususnya pengelolaan limbah dalam prinsip 3R (Reduce, Reuce dan Recycle). Salah satu bentuk improvisasi dan inovasi adalah program BEST (Bank Edukasi Sampah ke Tanaman) dan SIPALUI (Sistem Pemanfaatan Air dan Limbah Untuk Ikan) yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Banjar.  

Sebagai salah satu titik pantau penilaian Adipura dan Adipura Kencana, maka kantor Inspektorat Kabupaten Banjar yang telah ditetapkan oleh Bupati Banjar sebagai Kantor Hijau (Green Office) melalui Keputusan Bupati Banjar Nomor 740 tahun 2013 secara intens dikunjungi oleh para tim penilai Adipura dan Tim Dewan Penilai Adipura Kencana untuk menyaksikan program-program tata kelola lingkungan yang ada di Inspektorat. 

Demikian halnya Asisten Deputi Urusan Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Ir. Sudirman, MM juga menyempatkan diri datang ke kantor Inspektorat Kabupaten Banjar untuk melihat program green office yang telah mampu menghasilkan efisiensi energi listrik rata-rata 400 ribu perbulan melalui pemanfaatan energi solar cell. Serta tak ketinggalan untuk melihat BEST dan SIPALUI.