EKSPOSE PERMENDAGRI 64 / 2013


Sesuai Standar Operating Procedured (SOP) tentang diklat dan Bimtek di lingkungan Inspektorat Kabupaten Banjar, menjadi kewajiban bagi para pelaksana diklat maupun bimtek tanpa terkecuali untuk mengekspose materi yang yang didapat selama mengikuti kegiatan tersebut di hadapan ASN Inspektorat Kabupaten Banjar. Dalam rangka memenuhi kewajiban tersebut, maka pada hari Jumat tanggal 4 Juli 2014 dilaksanakan ekspose hasil bimtek oleh Inspektur tentang Penerapan Sistem Akuntansi Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah sesuai Permendagri 64 tahun 2013. Materi tersebut sangat penting untuk diketahui oleh APIP dan SKPD lain mengingat PP 71 Tahun 2010 tentang Perubahan atas PP 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) telah mengamanatkan bahwa penerapan akuntansi berbasis akrual paling lambat diterapkan empat tahun kedepan. Sementara ini hampir seluruh pemda masih menggunakan akuntansi CTA (Cash to Acrual).

Dalam eksposenya, Inspektur memaparkan bahwa substansi dari Permendagri 64 tahun 2013 terdiri atas Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah (KAPD), Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (SAPD), Bagan Akun standar (BAS), Konversi Penyajian Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Penetapan Peraturan Kepala Daerah serta pemberlakuan KAPD dan SAPD KAPD yang meliputi Kebijakan Akuntansi Pelaporan Keuangan dan Kebijakan 

Akuntansi Akun adalah prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi, aturan-aturan dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh pemerintah daerah sebagai pedoman dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan pengguna laporan keuangan dalam rangka meningkatkan keterbandingan laporan keuangan terhadap anggaran, antar periode maupun antar entitas. 

SAPD adalah rangkaian sistematik dari prosedur, penyelenggara, peralatan dan elemen lain untuk mewujudkan fungsi akuntansi sejak analisis transaksi sampai dengan pelaporan keuangan di lingkungan organisasi pemerintahan daerah. SAPD memuat pilihan prosedur dan teknik akuntansi dalam melakukan identifikasi transaksi, pencatatan pada jurnal, posting kedalam buku besar, penyusunan neraca saldo serta penyajian laporan keuangan. 

Perbedaan penyajian pelaporan keuangan sistem akuntansi berbasis kas dan akrual adalah adanya tambahan tiga laporan yaitu Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL) selain 4 laporan yang sudah ada yaitu Laporan Arus Kas (LAK), LRA, Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK). 

Perbedaan lain adalah apabila akuntansi berbasis kas mencatat transaksi saat setara kas diterima atau dikeluarkan, pada akuntansi berbasis akrual pendapatan, belanja dan pembiayaan diakui dan dicatat pada saat timbulnya hak dan kewajiban tanpa memperhatikan kas diterima/dikeluarkan. Dan satu lagi yang penting bahwa penyajian aset di neraca dalam akuntansi berbasis akrual mencerminkan nilai bersih dengan memperhitungkan penyusutan dan penyisihan piutang.