PENGUATAN PFA DENGAN HSU

Dalam rangka penguatan wawasan di bidang auditing beserta perangkat peraturan perundang-undangannya, enam Pejabat Fungsional Auditor (PFA) dari Inspektorat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan studi banding ke Inspektorat Kabupaten Banjar. Dengan dipimpin oleh H. Ahmad Syaibani selaku Auditor Madya, rombongan di terima langsung oleh Inspektur Kabupaten Banjar yang di dampingi oleh para pejabat struktural dan fungsional tertentu diantaranya adalah Inspektur Pembantu (Irban) Wilayah II, III, IV dan Koordinator Fungsional Tertentu beserta PFA, Pejabat Pengawas (P2) dan Auditor Kepegawaian.

Kabupaten HSU adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan dengan Ibukota Kabupatennya Amuntai. Secara geografis, Kabupaten HSU terletak pada koordinat antara 2º sampai 3º lintang selatan dan 115º sampai 116º bujur timur. Luas wilayah Kabupaten HSU adalah ± 892,7 km² atau hanya ± 2,38 persen dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. 

Kabupaten HSU terdiri dari 10 (sepuluh) kecamatan setelah adanya pemekaran Kabupaten Balangan dengan jumlah desa/kelurahan yang tersebar sebanyak 219 desa/kelurahan. Kondisi geografis, luas wilayah dan struktur oragnisasi pemerintah, Kabupaten HSU memang relatif lebih kecil dibanding Kabupaten Banjar. Namun demikian problem yang dihadapi oleh Inspektorat selaku Aparat Pengawas Intern Pemerintah kurang lebih sama. 

Dalam kesempatan tersebut, Inspektur menyampaikan bahwa untuk mengakomodasi ketiga jabatan fungsional tertentu di Inspektorat Kabupaten Banjar, maka dibuat sistem dan prosedur pengawasan melalui Peraturan Bupati dan Standart Operating Procedured yang merupakan komplilasi dari peraturan yang berkaitan dengan satandar pengawasan baik dari Kementerian PAN, Kementerian Dalam Negeri, BPKP dan BKN. Tujuannya adalah agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan pada saat melakukan pengawasan 

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan berbagi pengalaman khususnya berkaitan dengan kinerja auditor dan angka kreditnya, metode tersebut membuat proses penguatan wawasan PFA menjadi lebih efektif baik yang didapat oleh rombongan dari Inspektorat Kabupaten HSU maupun Inspektorat Kabupaten Banjar selaku tuan rumah.