REGISTRASI SIDIK JARI

 photo SIDIK JARI.gifKeunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Pola sidik jari selalu ada dalam setiap tangan dan bersifat permanen. Dalam artian, dari bayi hingga dewasa pola itu tidak akan berubah sebagaimana garis tangan. Setiap jari pun memiliki pola sidik jari berbeda. Ada empat pola dasar Dermatoglyphic tentang sidik jari yang perlu diketahui, yakni Whorl atau Swirl, Arch, Loop, dan Triradius. Selain itu hanyalah variasi dari kombinasi keempat pola ini. Allah telah mengisyaratkan kekhususan sidik jari dalam Al Qur'an, 75:3-4 yang berbunyi "Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna."

Sebagai identitas yang spesifik dimiliki oleh setiap orang, maka penggunaan sidik jari dapat membantu mengidentifikasi seseorang untuk tujuan dan maksud tertentu seperti penegakan disiplin kerja melalui mesin presensi sidik jari. Mesin presensi sidik jari atau fingerprint adalah salah satu mesin absensi jenis biometrik yang menggunakan metode pendeteksian melalui sidik jari karyawan untuk mendata daftar kehadiran karyawan. 

Dalam rangka meningkatkan disiplin dan kinerja para aparatur Inspektorat Kabupaten Banjar, maka penggunaan mesin presensi sidik jari menjadi penting. Untuk itu, pada hari Jumat tanggal 21 November 2014 dilakukan registrasi sidik jari pada mesin presensi bagi setiap aparat sebagai identitas saat melakukan presensi masuk maupun pulang setiap hari kerja. 

Di sela proses registrasi sidik jari tersebut, Inspektur menyampaikan bahwa penggunaan mesin sidik jari ini akan memberikan rasa keadilan bagi yang disiplin tepat waktu kerja. Tidak ada lagi istilah malas disiplin sama saja, karena akumalasi keterlambatan kerja akan berpengaruh pada nilai perilaku kerja yang diatur dalam PP 46 Tahun 2011 tentang Penilaian prestasi kerja PNS dan konsekuensi lainnya.