DKP PASER BANDING KE INSPEKTORAT

 photo KAB PASER.gif
Kesuksesan kota Martapura Kabupaten Banjar sebagai satu-satunya kota kecil di wilayah timur meraih penghargaan Adipura Kencana, banyak mengundang pemerintah daerah lain mengunjungi sebagai tujuan studi banding. Demikian juga yang dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur, Pada hari Kamis tanggal 29 Januari 2015, dipimpin oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Hj. Herwati dan didampingi Sekretaris DKP Irwan Suryani, Kepala Bidang Kebersihan DKP Tatang Abdimas serta pejabat lainnya, rombongan menyempatkan datang ke Kantor Inspektorat Kabupaten Banjar. 

Kedatangan tamu DKP Kabupaten Paser ini disambut langsung oleh Inspektur Kabupaten Banjar. Tujuan ke Inspektorat Kabupaten Banjar tentu tidak berkaitan dengan tata kelola pengawasan, tetapi terkait dengan tugas pokok dan fungsi DKP Kabupaten Paser sebagai penanggungjawab kebersihan dan pertamanan. 

Kantor Inspektorat yang ditetapkan sebagai Kantor Hijau berdasarkan Keputusan 740 Tahun 2013 tentang Penetapan Kantor Inspektorat Kabupaten Banjar sebagai Kantor Hijau, merupakan salah satu titik pantau dalam penilaian lingkungan untuk penghargaan Adipura. Oleh karena itu DKP Kabupaten Paser ingin mengetahui tentang pengelolaan lingkungan di kantor Inspektorat Kabupaten Banjar. 

Sebagai instansi yang selalu mengawal prinsip efektif, efisien dan ekonomis, maka menjadi keharusan bagi inspektorat untuk mengimplementasikannya terlebih dahulu. Ini ditunjukan dalam pengelolaan lingkungan dengan penerapan R3 (Reduce, Reuse dan Recycle) untuk berbagai limbah yang ada di kantor inspektorat. Bukan itu saja, dalam rangka penghematan energi yang tak terbarukan, maka Inspektorat Kabupaten Banjar mengembangkan konsep ruang kerja hijau

Ruang kerja hijau adalah ruang kerja terbuka dengan memanfaatkan sinar matahari untuk energi listrik melalui instalasi solar cell. Pemanfaatan solar cell yang bebas perawatan karena menggunakan batterey kering sebagai penyimpan listrik selain mampu menghemat biaya rekening PLN juga tidak lagi ada alasan bagi karyawan untuk berhenti bekerja karena listrik padam, selama matahari masih bersinar selama itulah energi listrik tersediakan. 

Hj. Herawati merasa bahwa penjelasan inspektur tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengelola lingkungan yang berkelanjutan. Mengakhiri kunjungannya, rombongan melihat konsep pemanfaatan air hujan untuk pembesaran ikan dan tanaman yang dicoba dikembangkan inspektorat sebagai bahan inspirasi bagi siapapun.