EKSPOSE SURVEI SOP, INTEGRITAS DAN KODE ETIK

 photo INTEGRITAS.gifUntuk mengukur pelaksanaan Standard Operating Procedured (SOP), penegakan integritas dan kode etik dalam kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh tim pengawas Inspektorat Kabupaten Banjar, maka bulan Desember 2014 Inspektur telah melakukan pemantauan melalui survei kepada 426 responden yang tersebar di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kecamatan dan UPT Puskesmas, Kelurahan di wilayah Kabupaten Banjar. Kriteria responden yang disampling adalah Pimpinan SKPD/Unit Kerja; Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK); Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); Pejabat Penatausahaan Keuangan; Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; Bendahara Pengeluaran; Bendahara Penerimaan; dan Pengurus /Penyimpan Barang.

Pemilihan responden didasarkan pada frekuensi interaksi oyek terperiksa (obrik) dengan tim pemeriksa, dengan demikian diharapkan jawaban atas kuisioner yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pemantauan ini juga dimaksudkan untuk bahan penilaian kualitas kerja seperti tercantum dalam dokumen Sasaran Kerja Pegawai (SKP) di lingkungan Inspektorat Kabupaten Banjar. 

Adapun kesimpulan hasil survei adalah, pertama 98,56 % responden menyatakan bahwa Tim Pengawas telah menyampaikan maksud dan tujuan pada saat akan melaksanakan pemeriksaan, hanya 0,48% yang menjawab “tidak” dan 0,96% yang menjawab “tidak tahu”. Kedua, Tim Pengawas telah menyampaikan kode etik yang berlaku di Inspektorat Kabupaten Banjar dengan persentase sebesar 75,84%. Sebanyak 11,96% responden menyatakan “tidak” dan 12,20% tidak mengetahuinya. 

Ketiga, 97,84% responden menyatakan Tim Pengawas tidak pernah meminta / memaksa dan atau menerima pemberian sesuatu baik barang maupun uang kepada Para Pejabat terkait pemeriksaan. Sedangkan 0,72% responden menyatakan “pernah” dan 1,44% responden menyatakan tidak mengetahuinya. Keempat, Tim Pengawas telah melakukan klarifikasi atas temuan Pemeriksaan melalui Konfirmasi Temuan Hasil Pemeriksaan (KTHP) yang dinyatakan oleh 94,02%. Hanya 1,67% yang menyatakan “tidak” dan “4,31%” tidak mengetahuinya. 

Kelima, Tim Pengawas telah melakukan klarifikasi terhadap tanggapan obrik melalui Pokok-Pokok Hasil Pemeriksaan (P2HP). Hal tersebut setidaknya telah dinyatakan oleh 85,89% responden. Hanya 3,83% responden yang menyatakan “tidak” dan 10,29% responden tidak mengetahuinya. Keenam, 74,88% responden menyatakan Tim Pengawas telah menjelaskan P2HP pada saat pelaksanaan Exit Meeting, sedangkan 8,13% menyatakan “tidak” menjelaskan P2HP dan 16,99% menyatakan tidak mengetahuinya.

Demikian inspektur menyampaikan ekspose hasil pemantauan SOP, integritas dan kode etik. Atas kesimpulan tersebut inspektur memerintahkan kepada tim pengawas untuk memperhatikan SOP khususnya berkaitan dengan kewajiban menyampaikan kode etik dan mengekspose P2HP kepada obrik pada saat exit meeting. Sementara itu, hasil verifikasi atas masih adanya tim pengawas meminta/memaksa dan atau menerima sesuatu ternyata diakibatkan kesalahan jawab yang dikarenakan bentuk kalimat kuisioner. Oleh karena itu kedepan akan dilakukan perbaikan atas pernyataan kalimat di kuisiner tersebut. 

Menutup ekspose hasil survei pemantauan, inspektur mengingatkan kembali bahwa sesuai dengan kode etik maka semua tim pengawas tidak boleh meminta/memaksa dan menerima sesuatu baik berbentuk uang atau barang bahkan meski sekedar makanan, karena itu akan mengganggu independensi dan obyektifitas pemeriksaan.