VERIFIKASI P1 ADIPURA

 photo VERIFIKASI P1.gifKerja keras yang dilakukan oleh seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Banjar telah menempatkan Kota Martapura yang merupakan ibukota Kabupaten Banjar memperoleh nilai tertinggi se Provinsi Kalimantan Selatan dalam penilaian P1 Adipura yaitu 75,97. Untuk memastikan nilai tersebut, tim verifikasi penilaian P1 Adipura melakukan pemantauan pada beberapa titik pantau termasuk didalamnya Kantor Inspektorat Kabupaten Banjar. Didampingi oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banjar Ir. H. Faried Sofyan, M.Si, tim verifikasi disambut dan dibawa langsung oleh Inspektur Kabupaten Banjar untuk melihat bukti fisik program-program lingkungan yang ada di Inspektorat Kabupaten Banjar. 

Tahun 2015 adalah tahun pertama bagi Pemerintah Kabupaten Banjar untuk mempertahankan Kota Martapura sebagai kota peraih ADIPURA KENCANA satu-satunya di Kalimantan dan wilayah Indonesia bagian Timur pada Tahun 2014. Mempertahankan penghargaan tersebut bukanlah perkara mudah, hal ini mengingat passing grade penilaian semakin tinggi disertai dengan perubahan bobot dari setiap aspek penilaian. Oleh karena itu perlu upaya lebih dan inovasi dari Pemerintah Kabupaten Bajar bersama masyarakat dalam rangka mempertahankannya. 

Demikian halnya dengan kantor Inapektorat Kabupaten Banjar sebagai salah satu titik pantau, bila dalam penghargaan Adipura 2014 membuat inovasi melalui Kantor Hijau (Green Oficce) yang berupa tata ruang kerja dengan konsep Ruang Kerja Terbuka Hijau (RKTH) dengan energi solar cell dan pembentukan petugas hijau (green officers) yang mampu mengurangi biaya listrik, penerapan Jumat Hijau (Green Day) sebagai hari tanpa asap kendaraan di lingkungan Kantor inspektorat, pemanfaatan limbah air hujan untuk ikan dan Bank Edukasi Sampah ke Tanaman (BEST). Maka di tahun 2015 ini Inspektorat Kabupaten Banjar menambah dua kegiatan pengelolaan lingkungan baru. 

Dua program baru tersebut yang pertama adalah program pengurangan limpasan air permukaan melalui penggunaan grassblock sebagai lapis perkerasan untuk jalan di lingkungan Kantor Inspektorat. Konstruksi jalan menggunakan Grassblock atau dikenalkan oleh Inspektur dengan Green Pavement bermanfaat untuk memperbanyak volume air yang meresap kedalam tanah sehingga tidak lagi diperlukan adanya biopori. Yang kedua adalah pembuatan ruang parkir kendaraan dengan memanfaatkan tanaman rambat sebagai penutup (Green Parking). 

Inovasi dalam pengelolaan lingkungan tersebut pada dasarnya dilandasi dengan pola pikir Inspektorat selaku Aparat Pengawas Intern Pemerintah yang selalu berpegang pada pinsip 3 E yaitu Efektif, Efisien dan Ekonomis. Prinsip ini sejalan dengan pengelolaan lingkungan yang mengedepankan prinsip 3 R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. Dengan keterbatan sumbebdaya anggaran, maka inovasi pengelolaan lingkungan yang ada di Inspektorat masih berupa konsep maupun sketsa yang diharapkan dapat lebih dikembangkan oleh instansi yang berkompeten sesuai bidang tugasnya.