BANTUAN UNTUK PA WKP

 photo ZAKAT UNTUK PANTI_zpserdx7fyk.gifTahun ajaran baru yang dimulai tanggal 27 Juli 2015 meningkatkan belanja peralatan sekolah bagi orang tua maupun wali murid. Kebetulan tahun ajaran baru 2015 berdekatan dengan perayaan hari raya Idhul Fitri 1436 H, maka semangat serba baru pun terasa dalam pemenuhan kebutuhan sekolah. Bagi orangtua/wali murid yang berpenghasilan cukup, tentu kondisi tersebut tidaklah menjadi masalah, tetapi untuk orangtua/wali murid yang berpenghasilan pas-pasan, tentu tuntutan tersebut menjadi sangat memberatkan, tak terkecuali para pengurus dan anak-anak yang berada dipanti asuhan. Untuk sekedar meringankan beban tersebut, maka ASN inspektorat Kabupaten Banjar melakukan pengumpulan dana untuk membantu anak anak di panti asuhan dalam memenuhi peralatan sekolah khususnya alat tulis dan sepatu. 

Melalui Kencanawati, SHut, MT selaku Sekretaris Inspektorat Kabupaten Banjar yang didampingi oleh Jetty Yusriah SE, Siswati Okta SE, Enny Marlia SPi dan Hj. Meilina, SH, bantuan peralatan sekolah disampaikan kepada Panti Asuhan (PA) Wiyata Kartika Putra (WKP) Banjarbaru. Kedatangan Sekretaris Inspektorat Kabupaten Banjar dan rombongan diterima langsung oleh pengurus panti asuhan bapak Ahmad Murah beserta dua anak asuh. 

Dalam kesempatan tersebut, bapak Ahmad Murah menyampaikan bahwa PA WKP didirikan pada 5 oktober 1976 di bawah naungan Korem 101 Antasati. Awalnya didirikan untuk menampung dan membina anak-anak prajurit yang gugur saat bertugas di era perang Timor-Timor, tapi sekarang sudah banyak di isi oleh anak-anak dari masyarakat umum PA Wiyata Kartika Putra Banjarbaru saat ini memiliki 35 anak asuh dari anak/anak yatim piatu dari keluarga tidak mampu. 

Proses penerimaan anak dilakukan melalui sistem jemput bola dengan cara pengasuh mendatangi keluarga tidak mampu yang memiliki anak usia sekolah untuk menjadi anak asuhan PA Wiyata Kartika Putra Banjarbaru dan disekolahkan. Usia anak asuk dari 5 tahun sampai dengan 16 tahun yang bersekolah dari tingkat Taman Kanak Kanak sampai Sekolah Menegah Atas dan umumnya adalah laki-laki. Selama ini operasional panti asuhan baik untuk makan minum maupun sekolah dibantu oleh Korem 101 Antasari Banjarmasin dan para donatur. 

Kemudian untuk rutinitas kegiatan, selain sholat lima waktu, sekolah dan tugas kebersihan, juga dilakukan mengaji bersama di Mushola setelah sholat shubuh. Sore setelah sholat Ashar di isi dengan olah raga, seperti sepak bola. Setelah sholat Isya, belajar masing-masing sekitar satu jam, dan pada pukul 22.00 Wita mereka semua sudah harus tidur. Anak-anak di bina hanya sampai SMA, setelah itu mereka harus sudah mandiri, begitu juga kalau mau kuliah. Apabila mereka mau menjadi prajurit TNI dan memenuhi persyaratan sudah tentu di prioritaskan. 

Sementara itu, Kencanawati menyampaikan bahwa kegiatan pengumpulan dana baik berupa zakat, sodaqoh dan infaq yang diperuntukan bagi keluarga kurang mampu setiap tahun dilaksanakan oleh ASN di lingkungan Inspektorat Kabupaten Banjar khusunya menjelang berakhirnya bulan ramadhan. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen para ASN yang ingin selalu berbuat lebih baik bukan hanya dalam melaksanakan tugas tetapi juga dalam kegiatan sosialnya. Meski bantuan tersebut tidak sebanding dengan operasional panti asuhan, tetapi diharapkan dapat meringankan beban PA Wiyata Kartika Putra Banjarbaru dalam menghadapi tahun ajaran baru.