QURBAN

 photo QURBAN_zpsyop55tro.gif
Qurban yang dilakukan disetiap perayaan Idhul Adha atau Hari Raya Haji, merupakan ibadah yang diambil dari peristiwa yang dialami oleh Nabi Iberahim AS dan putranya Ismail AS. Dalam perjalanan hidup kedua Nabi tersebut, Allah SWT pernah menguji kecintaan Nabi Iberahim AS terhadap Ismail AS sebagai putera satu-satunya sebelum kelahiran Nabi Iskhak AS dengan kecintaan keduanya terhadap Sang Maha Pencipta Allah SWT. Nabi Iberahim AS dan Ismail AS membuktikan bahwa kecintaannya terhadap Allah melebihi kecintaannya terhadap segala sesuatu di dunia ini, Nabi Iberahim AS ikhlas untuk kehilangan putera satu-satunya yang amat dicintainya sementara Ismail AS ikhlas untuk diambil nyawa yang hanya satu-satunya. Namun demikian, dengan kehendak-Nya, dalam hitungan detik tubuh Ismail AS yang sudah berbaring pasrah, tergantikan dengan seekor domba yang besar dan sehat untuk disembelih. 

Ibadah qurban mulai diperintahkan oleh Allah SWT. pada tahun kedua Hijriah, bersamaan dengan perintah salat hari raya, zakat mal, dan zakat fitrah. Rasulullah Saw. Sendiri, seperti disebut dalam banyak hadis, melaksanakan ibadah qurban dengan menyembelih dua ekor kambing, (HR Bukhari). Qurban memiliki dimensi spritulial dan soaial, dimensi spritual seperti yang diteladankan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail AS ditunjukan melalui kepasrahan atau kepatuhan yang total dari hamba kepada Allah dalam menunaikan ibadah. Makna spritualitas lain adalah keberanian menanggung resiko yang berat sebagai bentuk kecintaan kepada Allah S.W.T., melebihi kecintaan kepada yang lainnya. Harta, kedudukan, bahkan jiwa, tak ada artinya jika demi mahabbah atau cinta yang abadi kepada Allah. Inilah sikap bertauhid yang murni dan sekaligus menunjukkan keimanan dan ketaqwaan yang tinggi.

Dalam dimensi sosial (habblum minannas = hubungan antar manusia) sebagai bagian tanggung jawab mereka yang mampu terhadap yang tidak mampu, yang kuat terhadap yang lemah, qurban dimaknai sebagai pendidikan kepada orang yang mampu untuk memberikan sebagian harta kekayaannya kepada umat yang membutuhkan (miskin). Dengan harapan dapat meringankan beban penderitaan bagi kaum lain yang masih dalam kemiskinan. Membantu agar meringankan beban orang lain tidak selalu dengan harta kekayaan, melainkan bisa dengan kemampuan intelektual (konseptual). Orang yang tidak memiliki harta tetapi memiliki kualitas intelektual maka mereka harus membantu meringankan beban dengan pikiran. 

Semangat membantu meringankan penderitaan sesama manusia adalah substansi qurban yang perlu dikedepankan. Untuk itulah, ibadah qurban sudah sepantasnya dijadikan momentum yang sangat berharga untuk menggerakkan dan mengembangkan kesadaran sosial bagi sebagian orang yang memiliki aset ekonomi memadai agar melakukan pemerataan kesejahteraan. Hewan qurban hanyalah repesentasi dari keniscayaan berqurban yang lebih besar bagi kepentingan masyarakat. Dengan demikian, wujud kecintaan kepada Allah dapat dimanifestasikan dalam kecintaan kepada sesama manusia. Untuk mewujudkan semangat tersebut dan dengan mengharap keridhoan-Nya, Inspektorat kabupaten Banjar melakukan penyembelihan qurban sapi pada perayaan Idhul Adha 1436 H / 2015 M. 

Paket daging qurban yang berjumah lebih kurang 110 buah kemudian dibagi-bagikan kepada mereka yang kurang mampu disekitar kantor inspektorat dan sebagian kecil di masak sendiri untuk dimakan bersama. Kegiatan qurban sekaligus membangun kebersamaan dan solidaritas antar ASN di lingkungan Inspektorat, meski yang melaksanakan qurban hanya 7 orang, tetapi pelaksanaannya dikerjakan secara bersama-sama. Inspektur menyampaikan bahwa qurban juga merupakan ungkapan syukur kepada Allah yang telah memberi banyak nikmat kepada kita seperti firman-Nya dalam Surat Al-Kautsar 1-3 yang berarti " Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus"

Dengan ibadah qurban, inspektur juga mengharapkan agar ASN di lingkungan Inspektorat Kabupaten Banjar semakin meningkatkan kinerjanya dan meningkatkan kapabilitasnya dengan bekerja keras, cerdas dan ikhlas dalam mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih dan melayani sehingga tercipta tata pemerintahan yang baik dan pelayanan prima di pemerintah Kabupaten Banjar. Keikhlasan yang di contohkan oleh Nabi Iberahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi modal penting dalam menjalankan fungsi pengawasan yang berintegritas dan profesional. Tugas pengawasan dilaksanakan sebagai ibadah karena Allah SWT dan untuk mengharapkan ridho-Nya.

.