PEMANTAUAN IKE DAN SOP TAHUN 2015

 photo EKSPOSE KODE ETIK_zpsgv3crmbx.gif
Setiap Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) lingkup Inspektorat Kabupaten Banjar wajib menegakan kode etik sebagaimana tertuang dalam Keputusan Inspektur Kabupaten Banjar Nomor 9 Tahun 2010 tentang Kode Etik APIP yang diperkuat kemudian dengan Peraturan Bupati Banjar Nomor 42 Tahun 2013 tentang Kode Etik dan Perilaku Pegawai di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Banjar. Selain itu, kewajiban bagi mereka juga untuk selalu memedomani Standart Operating Procedured (SOP) dalam melaksanakan setiap tugasnya sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2013 tentang Sistem dan Prosedur Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintah di Kabupaten Banjar dan Keputusan Inspektur Nomor 33 tahun 2013 tentang Penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Inspektorat Kabupaten Banjar 

Untuk mengetahui implementasi penegakan integritas, kode etik dan SOP, perlu dilakukan pemantauan secara berkala. Untuk maksud tersebut Inspektur Kabupaten Banjar memerintahkan tim pemantauan Integritas, Kode Etik (IKE) dan SOP melakukan survei penegakan IKE dan SOP atas pelaksanaan kegiatan pengawasan selama tahun 2015. Pemantauan terhadap penegakan IKE dan SOP dilaksanakan melalui kuesioner yang disampaikan kepada seluruh SKPD / Unit Kerja lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar selaku obyek pemeriksaan (obrik) atau auditi. 

Selaku responden dari masing-masing auditi adalah para pejabat yang terkait dengan proses pemeriksaan Inspektorat, meliputi Pimpinan SKPD/Unit Kerja; Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK); Pejabat Pembuat Komitmen (PPKm) untuk kegiatan kontraktual; Pejabat Penatausahaan Keuangan selaku verifikator bukti pertanggungjawaban keuangan; Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian selaku pengelola admninistrasi Sumber daya Aparatur; Bendahara Pengeluaran; Bendahara Penerimaan; dan Pengurus /Penyimpan Barang selaku penatausahaan aset di auditi. 

Pada hari Jumat tanggal 15 Januari 2015 setelah melaksanakan olahraga, Inspektur mengekspose hasil pemantauan IKE dan SOP Tahun 2015 di depat pejabat struktural dan fungsional tertentu di lingkungan Inspektorat Kabupaten Banjar. Disampaikan oleh Inspektur, bahwa Hingga 31 Desember 2015, sebanyak 60 SKPD / unit kerja telah mengembalikan kuisionernya dengan total sebanyak 489 kuisioner yang berasal dari Sekretariat, Badan, Dinas, Kecamatan, Kelurahan dan Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar. 

Dalam kuisiner yang disampaikan kepada auditi, terdapat enam materi pertanyaan yang langsung berkaitan dengan IKE dan SOP dan didapatkan hasil pertama hampir seluruh Pejabat yang terkait dengan pemeriksaan atau sebanyak 97,02% menyampaikan bahwa Tim Pemeriksa telah menyampaikan maksud dan tujuan pada saat akan melaksanakan pemeriksaan. Hanya 0,82% yang menjawab “tidak” dan 2,06% yang menjawab “tidak tahu”. Hasil tersebut mengalami sedikit penurunan mengingat pada tahun 2014, sebanyak 98,56% menyatakan bahwa Tim Pemeriksa telah menyampaikan maksud dan tujuan pada saat akan melaksanakan pemeriksaan. 

Kedua, sebagian besar atau dengan persentase sebesar 76,30% pejabat yang terkait pemeriksaan menyatakan bahwa Tim Pemeriksa telah menyampaikan kode etik yang berlaku di Inspektorat Kabupaten Banjar. Sebanyak 11,43% responden menyatakan bahwa Tim Pemeriksa tidak menyampaikannya dan 12,27% tidak mengetahuinya. Hasil tersebut mengalami kenaikan mengingat pada tahun 2014 menyatakan bahwa Tim Pemeriksa telah menyampaikan kode etik yang berlaku di Inspektorat Kabupaten Banjar dengan persentase sebesar 75,84%. 

Ketiga, hampir seluruh responden dengan persentase sebesar 97,53% menyatakan bahwa Tim Pemeriksa tidak pernah meminta / memaksa untuk diberikan sesuatu baik barang maupun uang kepada Para Pejabat terkait pemeriksaan. Sedangkan 0,62% responden menyatakan pernah dan 1,85% responden menyatakan tidak mengetahuinya. Keempat Tim Pemeriksa telah melakukan klarifikasi atas temuan Pemeriksaan melalui Konfirmasi Temuan Hasil Pemeriksaan (KTHP) yang dinyatakan oleh 94,87%. Hanya 1,64% yang menyatakan bahwa Tim Pemeriksa tidak menyampaikan KTHP dan 3,49% tidak mengetahuinya. 

Kelima, Tim Pemeriksa telah melakukan klarifikasi terhadap tanggapan terhadap hasil pemeriksaan melalui Pokok-Pokok Hasil Pemeriksaan (P2HP). Hal tersebut dinyatakan oleh 91,12% responden. Hanya 3,31% responden yang menyatakan bahwa Tim Pemeriksa tidak menyampaikan P2HP dan 5,58% responden tidak mengetahuinya. Hasil tersebut mengalami kenaikan mengingat pada tahun 2014 sebanyak 85,89% responden meyatakan bahwa Tim Pemeriksa telah menyampaikan P2HP. 

Dan keenam, sebanyak 74,95% responden menyatakan Tim Pemeriksa telah menjelaskan P2HP pada saat pelaksanaan Exit Meeting, sedangkan 9,68% menyatakan bahwa Tim Pemeriksa tidak menjelaskan P2HP dan 15,37% menyatakan tidak mengetahuinya. Hasil tersebut mengalami kenaikan mengingat pada tahun 2014, sebanyak 74,88% Tim Pemeriksa telah menjelaskan P2HP pada saat pelaksanaan Exit Meeting. Hasil pemantauan IKE dan SOP tersebut disampaikan sebagai bahan bagi tim pemeriksa Inspektorat Kabupaten Banjar untuk terus dan menerus melakukan perbaikan dan meningkatkan kinerjanya, demikian disampaikan oleh Inspektur.