IDHUL QURBAN 1437 H

 photo IDHUL QURBAN_zpsmmfqx3ky.gif
“ Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. “. Demikian di firmankan oleh Allah SWT dalam Al-Quran Surah Al Hajj ayat 37 tentang ketaqwaan. Taqwa dalam bahasa Arab berarti memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja. Taqwa pun dapat berarti Ridho (menerima dan ikhlas) dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah. Dengan demikian ayat dalam QS. Al-Hajj mendorong untuk ikhlas dalam berqurban, dan bertujuan untuk mendapatkan wajah Allah semata, bukan karena kebanggaan dan bukan juga karena riya’ dan sum’ah (ingin dapat reputasi atau pujian dengan dilihat orang atau diperdengarkan ).

Sedemikian hal nya Qurban, niat tersebut berlaku pada semua ibadah-ibadah lainnya. jika tidak disertai dengan ikhlas/ketulusan dan ketaqwaan kepada Allah , maka seperti kulit yang tidak ada isi/intinya dan tak ubahnya seperti jasad tanpa ruh padanya. Qurban juga merupakan wujud ketaqwaan melalui ketaatan menjalankan perintah Allah SWT dalam QS. Al-Kautsar ayat 1-3 yang berarti “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”. Ayat tersebut memerintahkan kepada mereka yang merasa diberikan nikmat yang banyak oleh Allah untuk melaksanakan sholat hanya karena Allah dan jangan ada niatan untuk yang selain-Nya, begitu pula dengan binatang sembelihan diniatkan ikhlas karena Allah. 

Namun demikian, tidak semua orang mampu merasakan nikmat yang telah diberikan oleh-Nya, hanya orang-orang yang pandai bersyukurlah yang dapat merasakan itu. Oleh karena itu, untuk mewujudkan rasa syukur dan ketaqwaan kepada Allah SWT, maka pada tanggal 12 Dzulhijjah 1437 H atau bertepatan dengan hari Rabu tanggal 14 September 2016, pegawai Inspektorat melaksanakan qurban dua ekor sapi yang akan dibagikan sebagian kepada orang fakir yang tidak minta-minta, dan orang fakir yang minta-minta serta sebagian kecil lainnya untuk dimakan bersama. Dalam hadis yang shahih Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda Barangsiapa yang mempunyai kelapangan harta kemudian tidak berkurban maka jangan mendekat-dekat lapangan tempat kami shalat. (HR Ibnu Majah). Begitu tegas Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan kepada orang yang Allah berikan kelapangan harta untuk berkurban. 

Perkara kurban adalah perkara yang mudah bagi yang diberikan kelapangan harta dan ada niat dalam hatinya untuk menunaikannya. Jika seandainya ibadah-ibadah terkait dengan hartamereka sadar dalam menunaikan kewajiban, niscaya akan terjalin kedekatan antara orang-orang kaya dan miskin, dan rezeki yang Allah turunkan di muka bumi ini akan merata. Dalam berbagai kesempatan, Inspektur selalu mengingatkan baik pada dirinya sendiri maupun kepada para pegawai Inspektorat kabupaten Banjar untuk terus menumbuhkan semangat berqurban. Dengan semangat qurban ini, kaum muslimin dilatih untuk meningkatkan rasa kemanusiaannya, mengasah kepekaannya dan menghidupkan hati nuraninya. Setiap muslim harus memiliki rasa perhatian, kepedulian, solidaritas, dan persaudaraan antara sesama. 

Qurban juga merupakan ajang latihan untuk menggapai keikhlasan karena ikhlas tak datang hanya dengan sekedar membaca amalan-amalan tertentu, tetapi melalui proses latihan. Orang berqurban berarti dia berlatih kehilangan apa yang dicintai khususnya harta, yang berdampak pada meningkatnya daya resistensi dan keikhlasannya dibanding orang lain yang tidak pernah berqurban ketika harus menghadapi sebuah musibah yang menyangkut kehilangan harta benda dan hal-hal yang dicintainya. Ikhlas adalah modal utama dalam mendorong semangat kerja Inspektorat Kabupaten Banjar seperti dalam tag line nya Bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. Makna dan arti ikhlas adalah mengerjakan suatu kebaikan dengan semata-mata mengharap rida Allah SWT. Bagi orang yang ikhlas, suatu perbuatan baik tidak harus dikaitkan dengan imbalan atau balasan, apalagi hal itu diharapkannya dari manusia atau orang yang diberi kebaikan oleh kita, melainkan hanya semata-mata ingin mendapatkan rida Allah SWT. 

Jadi meskipun tidak mendapatkan imbalan apa pun, dan dari pihak mana pun, ia akan tetap melakukan perbuatan baiknya itu. Sikap ikhlas sangat penting dalam memelihara nilai etika dan integritas dan menjadi dasar dalam mejalankan sisten dan prosedur yang sudah terbangun di Inspektorat Kabupaten Banjar. Dengan semakin strategisnya posisi inspektorat selaku Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), maka hal itu tak akan berarti apa-apa bila aparatnya tidak memiliki jiwa yang ikhlas. APIP harus memiliki rasa Ikhlas untuk memberikan jaminan atas sebuah proses pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintah, ikhlas untuk memberikan peringatan dini dan meningkatkan manajemen risiko konsultasi, serta ikhlas dalam meberikan konsultasi meski belum mendapatkan imbalan yang memadai.